Kesehatan

Vertigo

Vertigo: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Apa itu Vertigo? Vertigo adalah suatu kondisi di mana seseorang merasakan pusing seakan lingkungan di sekitarnya sedang berputar atau bergoyang, ditandai dengan rasa kehilangan keseimbangan tubuh, keringat dingin, mual, dan muntah. Kondisi ini datang secara berkala atau bisa saja berlangsung secara lama. Tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja terjadi secara tiba-tiba, sehingga seseorang yang merasakan dapat terganggu aktivitas sehari-harinya. Vertigo bukanlah sebuah penyakit, namun  gejala dari sebuah gangguan kesehatan yang mendasarinya. Vertigo dibagi menjadi dua, yaitu  perifer dan sentral. Vertigo sentral terjadi diakibatkan adanya masalah di otak, yang bisa saja adanya infeksi di otak, tumor otak, atau cedera pada otak. Vertigo perifer yaitu vertigo yang terjadi karena adanya masalah di telinga bagian dalam. Vertigo perifer lebih sering terjadi dibandingkan dengan vertigo sentral. Biasanya, pengidap tidak mengetahui perbedaan dari kedua jenis tersebut. Gejala Vertigo dan Ciri-Ciri Vertigo Biasanya, gejala vertigo yaitu pusing yang berlangsung dalam kurun waktu yang singkat hingga berangsur lama, namun hal tersebut tergantung pada tingkat terparah dari kondisi itu sendiri. Gejala yang paling sering muncul atau yang sudah pasti dirasakan pengidap yaitu sensasi berputar, yang dapat dipicu oleh gerakan perubahan posisi kepala. Pengidap biasanya juga akan merasakan rasa yang seolah didorong atau ditarik. Selain itu, gejala dan ciri yang biasanya pengidap rasakan, antara lain: Mual Nistagmus (gerakan bola mata yang tidak normal) Munculnya keringat padahal tidak melakukan apa-apa Kuping terasa berdengung kencang Kehilangan kesadaran atau bahkan pingsan. Badan Pegal dan Lemas Penyebab Vertigo Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa vertigo bukanlah sebuah penyakit, melainkan kumpulan gejala dari penyakit yang letak lesi dan penyebabnya bisa saja berbeda-beda. Oleh sebab itu, biasanya ketika pengidap melakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan akan melakukan anamnesis atau mengkaji penyebab terjadinya vertigo itu sendiri. Pada saat dilakukan anamnesa atau pengkajian akan ditanyakan bentuk dari gejala itu sendiri seperti seberapa kuat rasa melayangnya, seberapa kencang rasa berputar, dan lain-lain.  Selain itu, akan dikaji juga keadaan yang memprovokasi timbulnya, seberapa sering muncul, dan akan ditanyakan apakah ada gangguan pendengaran yang dirasakan oleh pengidap. Namun, secara umum penyebab vertigo yaitu: 1. Infeksi Infeksi virus pada saraf vestibular menjadi penyebab terjadinya vertigo secara intens dan konstan 2. Migrain Migrain yang berlangsung lama hingga berjam-jam akan menjadi suatu penyebab  3. Adanya Cedera Kepala dan Leher Salah satu gejala umum vertigo yaitu adanya cedera pada kepala dan leher, apalagi cedera tersebut merusak sistem vestibular (indra keseimbangan dan gerak). Pada beberapa kandungan makanan juga dapat menyebabkan terjadinya vertigo, lho. Seperti beberapa makanan di bawah ini. 1. Makanan Tinggi Gula Tingginya kandungan gula pada suatu makanan bisa memicu timbulnya vertigo, karena makanan tinggi gula akan menyebabkan naik turunnya volume cairan pada telinga yang akan memicu terjadinya vertigo. 2. Kafein  Kafein menjadi salah satu penyebab terjadinya vertigo, karena efek samping dari mengkonsumsi kafein yaitu dehidrasi yang akan menyebabkan ketidaksembangan cairan tubuh dan akhirnya terjadilah. 3. Minuman Beralkohol Sama seperti kafein, efek samping penggunaan alkohol yaitu dehidrasi. Ketika terjadinya dehidrasi, tubuh akan kehilangan cairan yang dapat memicu terjadinya vertigo. Mengonsumsi buah, sayuran segar, biji-bijian yang utuh, dan daging yang segar sangat disarankan untuk pengidap vertigo. Cara Mengobati Vertigo Secara umum vertigo bisa sembuh dengan sendirinya tanpa adanya pengobatan. Namun, pada beberapa kasus proses penyembuhan berlangsung lama dan tak kunjung sembuh.  Jika vertigo tak kunjung sembuh dan berlangsung lama, pengobatan perlu dilakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah beberapa obat vertigo yang dapat kamu konsumsi untuk mengatasi vertigo: 1. Lorazepam Lorazepam adalah jenis obat benzodiazepin yang bekerja pada otak dan sistem saraf pusat yang dapat menghasilkan efek menenangkan. Obat ini dapat mengurangi nistagmus yang mana nistagmus adalah gejala dari vertigo. 2. Dimenhydrinate Cara kerja obat ini yaitu mencegah atau mengatasi mual, muntah, atau pusing berputar. Sangat disarankan pengidap vertigo untuk mengkonsumsi golongan obat ini. 3. Diphenhydramine  Secara umum, obat ini adalah obat yang dapat mengatasi gejala alergi. Obat jenis antihistamin ini juga dapat mengatasi pusing, mual, dan muntah pada penderita vertigo. 4. Promethazine Golongan obat antihistamin ini dapat mencegah dan mengatasi mual dan muntah akibat vertigo. Perlu kalian ketahui bahwa efek samping dari obat ini yaitu rasa kantuk yang sangat berat, sehingga sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi di pagi hari 5. Meclizine Sama seperti di atasnya, obat golongan antihistamin digunakan untuk mengobati rasa pusing dan mual. Efek samping dari penggunaan obat ini yaitu kantuk dan mulut kering. Obat-obat di atas dapat ditemukan di apotik-apotik terdekat, namun alangkah lebih baik jika konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan. Sebab, di beberapa obat tersebut ada yang mempunyai efek samping yang dapat mengganggu aktivitasmu. Cara Mengatasi Vertigo Untuk mengobati vertigo, kamu dapat melakukan beberapa cara di bawah ini: 1. Perbanyak Konsumsi Air Putih Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa dehidrasi merupakan penyebab terjadinya vertigo. Maka dari itu pastikan tubuh selalu terhidrasi dengan baik yang dapat membantu untuk mengurangi rasa pusing dan mual. 2. Konsumsi Teh Jahe Mengkonsumsi jahe dapat mengatasi vertigo, karena jahe akan membantu melancarkan peredaran darah pada tubuh. Efeknya, jahe akan membuat nutrisi, oksigen, mineral pada tubuh meningkat, sehingga meningkatkan kesehatan pada organ tubuh. 3. Akupresur Disarankan pengidap vertigo untuk melakukan akupresur karena akupresur dapat melancarkan peredaran darah pada tubuh. Posisi Tidur Untuk Penyakit Vertigo Menemukan posisi tidur yang nyaman akan sangat membantu untuk mengatasi vertigo. Beberapa penelitian menunjukan bahwa posisi kepala yang lebih tinggi dapat membantu mengatasi dengan cara menyangga kepala dengan dua bantal dan menempatkan posisi kepala setinggi 45 derajat. Cara lain yang bisa kamu lakukan yaitu menempatkan kepala pada posisi wedge pillow dengan menopang kepala saat tidur, atau bisa dengan menyesuaikan ketinggian bantal dengan kenyamanan pengidap. Salah satu penyebab terjadinya vertigo adalah bergantinya posisi kanan atau kiri. Oleh sebab itu, menambahkan body pillow untuk mencegah badan berguling ke kanan atau kiri sangat disarankan untuk kamu yang sedang mengatasi penyakit ini. ICD 10 Vertigo ICD 10 Vertigo adalah kode dari diagnosa kesehatan. Kode-kode tersebut memiliki beberapa jenis berdasarkan dengan seberapa parah serta penyebab dari kondisi itu sendiri. Adanya kode ini bertujuan untuk keterangan pada pasien BPJS apakah pasien tersebut merujuk ataupun menerima pasien rawat jalan atau pasien rawat inap untuk kelengkapan pelaporan BPJS. Kode ini harus dimasukkan untuk mengetahui apakah pasien tersebut mempunyai vertigo

Vertigo: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Read More »

Kencing Berdarah

10 Penyebab Kencing Berdarah yang Wajib Diketahui!

Urine normalnya berwarna kuning terang dan mengeluarkan zat-zat sisa penyaringan dari ginjal. Namun, jika urine mengandung darah perlu diperhatikan, karena hal tersebut menjadi sebuah permasalahan yang serius. Kencing berdarah bisa saja menjadi sebuah tanda adanya masalah pada saluran kencing, ginjal, dan prostat. Kencing darah dikenal sebagai hematuria, yaitu urine yang mengandung sel darah merah, sehingga yang normalnya urine berwarna kuning terang berubah menjadi merah. Sebenarnya, urine memang bisa saja berubah warna, hal tersebut dikarenakan asupan makanan yang warnanya pekat, kebutuhan air putih, dan olahraga bisa merubah warna urine. Tak hanya itu, konsumsi obat-obatan juga dapat mengubah warna urine, seperti pencahar dan beberapa antibiotik (nitrofurantoin dan rifampisin). Kencing darah ini dapat muncul secara tiba-tiba, bahkan tanpa adanya tanda atau gejala lain. Hematuria terbagi menjadi dua, yaitu hematuria mikroskopik, dan gross hematuria. Pada beberapa kasus, darah di dalam urine tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, harus menggunakan alat laboratorium terlebih dahulu, hal tersebut dinamakan mikroskopik hematuria. Gross hematuria adalah sebaliknya, dapat dilihat dengan mata telanjang warna kemerahan di dalam urine. Kencing berdarah secara umum tidak terasa sakit. Namun jika terdapat gumpalan-gumpalan pada cairan urine yang dapat menyumbat, maka akan terasa sakit. Apa Itu Kencing Berdarah? Kencing berdarah adalah sebuah kondisi adanya darah di urine seseorang. Pada perempuan, urine berdarah dapat dideteksi sebelum atau di luar waktu menstruasi. Sebagian besar penyebab keluhan patut diwaspadai, seperti rusaknya ginjal, batu atau infeksi di saluran kemih, sampai gangguan prostat. Ketika seseorang mengalami kondisi ini menandakan bahwa terdapat gangguan serius pada organ pembentukan urine, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Dengan demikian, kamu perlu mengetahui penyebab yang dapat mengakibatkan kencing berdarah, nih. Penyebab Kencing Berdarah pada Pria dan Wanita 1. Infeksi Saluran Kencing, Prostat, dan Ginjal Infeksi di saluran tersebut dapat mengakibatkan pendarahan pada urine. Penyebab terjadinya infeksi pada saluran tersebut adalah adanya bakteri di area vital. Pemasangan kateter perlu dilakukan untuk keperluan medis dan kebiasaan menahan buang air kecil yang bisa memperbesar potensi infeksi yang dapat menyebabkan kencing berdarah. 2. Gangguan pada Ginjal Gangguan pada ginjal seperti batu ginjal, kanker ginjal, gagal ginjal, dan cedera atau perdarahan pada ginjal dapat mengakibatkan perdarahan para kencing. Hematuria juga bisa disebabkan oleh glomerulonefritis, sindrom nefritik, dan penyakit ginjal polikistik. Glomerulonefritis adalah inflamasi yang terjadi pada glomerulus atau bagian ginjal, yang bertujuan untuk menyaring darah. Glomerulonefritis yang tidak diobati segera akan mengakibatkan sindrom nefritik. Sindrom nefritik mempunyai 2 jenis, yaitu sindrom nefritik akut dan kronis. Gejalanya, pada nefritik akut, seseorang akan merasakan gejala seperti wajah bengkak di pagi hari dan kencing berdarah. Sindrom nefritik kronis, seseorang tidak akan merasakan perubahan yang besar, hal tersebut dikarenakan gejalanya tidak langsung terlihat, gejala nefritis kronis baru akan dirasakan ketika bertahun-tahun. Penyakit ginjal polikistik adalah gangguan ginjal yang ditandai dengan tumbuhnya kista di ginjal. 3. Pembengkakan Kelenjar Prostat Biasanya, pembengkakan kelenjar prostat terjadi pada laki-laki yang telah berusia lanjut. Gejala yang mungkin muncul adalah keinginan sering buang air kecil, namun kesulitan ketika ingin membuangnya atau mengosongkan kandung kemih. 4. Kanker Kandung Kemih Kanker kandung kemih memiliki beberapa gejala, salah satunya adalah kencing berdarah. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika kamu mengetahui bahwa kamu kencing berdarah, karena bisa saja kamu terkena kanker kandung kemih. 5. Glomerulonefritis Glomerulonefritis adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh peradangan saringan kecil di dalam ginjal. Jika tidak ditangani segera, glomerulonefritis yang begitu berat dan berkepanjangan bisa mengakibatkan gagal ginjal. 6. Hemofilia Hemofilia adalah kondisi gangguan yang mengakibatkan darah tidak mampu membeku secara normal. Penyakit ini adalah penyakit keturunan atau herediter yang diakibatkan oleh perubahan gen. Gejala utama pada penyakit ini adalah perdarahan yang berlangsung lama. Hemofilia lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. 7. Kanker Kandung Kemih Kencing berdarah merupakan salah satu tanda dan gejala dari kanker kandung kemih.  Biasanya, kencing berdarah tidak akan terasa sakit, banyak orang tak sadar bahwa kencing mereka tidak mengeluarkan darah. 8. Endometriosis WHO memiliki data bahwa 10% populasi perempuan usia subur terinfeksi endometriosis di seluruh dunia. Endometriosis adalah kondisi di mana endometrium (jaringan yang melapisi rahim) tumbuh di luar rahim. 9. Sindrom Alport Sindrom alport adalah kondisi di mana penyakit keturunan yang mengakibatkan sel darah merah ginjal rusak, atau bisa sampai menyebabkan gagal ginjal. Penyakit ini menyerang bagian ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah (glomerulus), hal tersebut yang menyebabkan mengapa penyakit ini dapat merusak ginjal dan menyebabkan kencing berdarah. 10. Olahraga yang Ekstrim  Olahraga yang berlebihan dapat menyebabkan cedera pada ginjal. Jika ginjal terluka, darah yang ada di dalam ginjal juga bisa terbawa keluar melalui urine. Maka dari itu, seseorang mengalami kencing berdarah. Penyakit-Penyakit yang Dapat Menyebabkan Kencing Berdarah Beriku beberapa penyakit yang menjadi sumber penyebab dari kencing berdarah: Diabetes Kolera Kanker Saluran Kemih Infeksi Saluran Kemih Ginjal Batu Ginjal Prostate Gejala-Gejala Kencing Berdarah  Perhatikan gejala-gejala berikut ini, bisa saja kamu mengidap penyakit kencing berdarah. Adapun gejala-gejalanya adalah sebagai berikut: 1. Air kencing berwarna merah atau kecoklatan Apabila kamu sendang buang air kecil dan melihat bahwa air kencingmu berwarna merah ataupun kecoklatan, itu bisa menjadi gejala dari kamu mengalami kencing berdarah. Segeralah untuk periksa ke dokter terdekat. 2. Bercak darah pada celana dalam Munculnya bercak darah di celana dalam memiliki beberapa kemungkinan, bisa saja kamu memang mengidap kencing berdarah atau memang sedang haid atau menstruasi. 3. Muntah-muntah disertai dengan darah Gejala satu ini juga belum dapat dipastikan kamu mengidap kencing berdarah, karena penyakit dengan gejala satu ini cukup banyak. 4. Nyeri saat buang air kecil Nyeri ketika buang air kecil dapat menjadi gejala dari kencing berdarah, selain itu juga dapat menjadi gejala bahwa kamu mengidap penyakit menular atau penyakit reproduksi. Cara mengatasi kencing berdarah Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kencing berdarah: Obat-obatan sesuai resep dokter Menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi Menjaga pola hidup, seperti tidak meminum alkohol, kafein, dan mengatur pola tidur Konumsi makanan yang bergizi, kaya akan serat, dan bernutrisi tinggi Terapi medis sesuai arahan dokter Makanan Untuk Mencegah Kencing Berdarah Daging rendah lemak (daging ayam/ikan) Sayur-sayuran kaya serat (jeruk) Biji-bijian Buah-buahan tinggi nutrisi (pir, pisang, dan apel) Susu rendah lemak dan kalori Untuk artikel kesehatan lainnya, silahkan kunjungi bangmizan!

10 Penyebab Kencing Berdarah yang Wajib Diketahui! Read More »

Pembuluh Darah

3 Jenis Pembuluh Darah yang Wajib Diketahui!

Pembuluh darah dikenal dengan sebutan arteri berfungsi membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Sistem peredarah darah memiliki tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Masing-masing dari sistem peredaran ini memiliki fungsinya masing-masing yang berperan penting bagi tubuh manusia. Sebelum mengenal lebih lanjut tentang jenis-jenis pembuluh darah, mari kenalan tentang lapisan pembuluh darah yang memiliki 3 lapisan, yaitu: 1. Tunika Intima Lapisan tunika intima adalah lapisan dinding pembuluh darah yang terletak di paling dalam. Tunika intima mengarah langsung  dengan lumen pembuluh darah. Lapisan pembuluh darah ini terdiri atas selapis sel epitel skuamosa yang dikelilingi oleh jaringan-jaringan ikat dengan serat yang elastis membran basalis. 2. Tunika Media Berbeda dengan tunika intima, tunika media adalah lapisan pembuluh darah yang berada di tengah antara tunika intima dan tunika adventisia. Tunika media memiliki peran dalam elastisitas, vasoreactivity, dan berperan sebagai unsur penyokong pembuluh darah. Lapisan yang ada pada tunika media terdiri dari sel otot polos yang dikontrol oleh saraf otonom dan faktor metabolit lokal. 3. Tunika Adventisia Tunika adventisia merupakan lapisan pembuluh darah yang paling tebal di antara tunika intima dan tunika media.  Lapisan pembuluh darah ini memiliki berkas-berkas longitudinal otot polos. Vena dengan ukuran kecil atau sedang menunjukkan adanya katup-katup di dalamnya. Pembuluh darah adalah bagian dari sistem peredaran tubuh yang bertujuan untuk mengalirkan darah ke bagian-bagian organ di dalam tubuh. Pembuluh darah memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh nih, maka dari itu, kita perlu mengetahui jenis-jenis pembuluh darah, penyakit, hingga cara untuk menghindarinya. Biasanya, setiap hari pembuluh darah manusia memompa sekitar 1.800 galon, wah! hebat banget tubuh kita ini. Seluruh sel yang ada di dalam tubuh termasuk jaringan, dan organ membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi agar bisa berfungsi secara baik. Ketika sel, jaringan, dan organ-organ lain tidak ada asupan oksigen dan nutrisi yang cukup, ia akan rusak atau bahkan mati. Darah di dalam tubuh dibawa dan dialirkan melalui sistem pembuluh darah tersebut. Pembuluh darah juga berpartisipasi dalam mengatur tekanan darah. Tetapi, pembuluh darah tidak bekerja sendiri lho, pembuluh darah berkolaborasi dengan hormon di berbagai organ tubuh, misalnya saraf dan otak, paru-paru, dan ginjal. Sudah kita ketahui bersama konsep dari pembuluh darah, fungsi, serta pentingnya pembuluh darah dalam tubuh. Sekarang, kita akan membahas 3 jenis pembuluh darah yang wajib kamu ketahui, yuk, simak ulasan di bawah ini! Jenis-Jenis Pembuluh Darah 1. Arteri Arteri memiliki peran yang penting, yaitu membawa darah yang bersih dari jantung ke jaringan tubuh dan organ. Arteri merespon sinyal dari sistem saraf untuk berkontraksi ataupun berelaksasi. Ketika pembuluh darah arteri berkontraksi, tekanan darah akan meningkat. Sebaliknya, ketika pembuluh darah rileks, tekanan darah akan menurun. Sudah tahu sekarang, kan? Kenapa seseorang yang tadinya rebahan, pas bangun, eh jadi gelap gitu, karena pembuluh darah sedang berelaksasi. Arteri juga memiliki ukuran yang bervariasi. Arteri yang besar biasanya memiliki serat yang elastis tersendiri di dindingnya yang berfungsi untuk membantu kinerja jantung. Arteri memiliki 2 jenis, yang pertama ialah aorta, jenis arteri ini berfungsi membawa darah yang kaya akan oksigen ke jantung ke seluruh tubuh. Kedua adalah pulmonalis, tugasnya yaitu membawa darah yang mengandung karbondioksida dari jantung ke paru-paru. 2. Vena Vena ini berfungsi membawa darah kembali ke jantung. Karakteristik vena yaitu memiliki katup yang dapat menghentikan darah agar tidak mengalir menjauhi jantung. Vena akan membawa darah kotor yang kaya akan karbondioksida menuju paru-paru. Dari seluruh pembuluh vena, ada satu yang berfungsi membawa darah bersih dari paru-paru menuju jantung, yaitu vena pulmonalis. Vena yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan dan jalan untuk darah kembali mengalir ke jantung. Apa saja jenis pembuluh vena? Vena memiliki 3 jenis, yaitu: Vena Kava Superior Vena kava superior adalah pembuluh darah yang berfungsi untuk menerima darah dari kepala dan tangan yang terletak pada atrium kiri  Jenis pembuluh darah ini dianggap sebagai salah satu dari banyaknya vena sistemik yang membawa darah terdeoksigenasi dar area-area tubuh ke jantung dan sangat vital. Vena Pulmonalis Vena pulmonalis adalah jenis pembuluh darah vena yang membawa aliran darah yang mengandung oksigen dari paru-paru ke arah jantung di bagian atrium kiri, lalu ke ventrikel kiri, dan baru akan diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Lokasi vena pulmonalis ada dua di setiap paru-paru, lho. Jadi, jumlahnya ada 4 vena pulmonalis, ya. Vena Kava Inferior Vena cava Inferior berfungsi untuk membawa darah yang berisi karbon dioksida dari tubuh bagian bawah ke jantung. 4. Kapiler Kapiler adalah pembuluh darah yang paling terkecil dari pembuluh darah lainnya. Kapiler berfungsi untuk menyaring dan menyerap cairan di tubuh serta tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Kapiler ini menghubungkan antara arteriol dan venula. Kapiler memiliki dinding yang tipis, sebab kapiler ini merupakan jenis pembuluh darah yang paling kecil. Pembuuh darah ini dapat membantu memasukkan nutrisi dari darah ke jaringan-jaringan tubuh. Kapiler membentuk jaringan pembuluh darah dan bercabang di dalam jaringan tubuh. Maka dari itu, kapiler terus menerus berubah susunan dan warna, dikarenakan adanya pertukaran gas. Secara umum, kapiler meliputi sel-sel jaringan karena kapiler memiliki keterlibatan langsung dengan sel.  Komposisi kapiler terdiri dari campuran darah arteri, darah vena, cairan interstisial, dan intraseluler. Baca artikel kesehatan menariknya di bangmizan

3 Jenis Pembuluh Darah yang Wajib Diketahui! Read More »

Penyakit Reproduksi

10 Penyakit Reproduksi pada Pria dan Wanita

Penyakit reproduksi kerap menjadi salah satu masalah serius karena dapat mengakibatkan masalah yang sangat mengerikan bagi manusia. Tetapi, perlu kamu ketahui bahwa penyakit reproduksi memiliki banyak jenisnya.  Biasanya, penyakit reproduksi disebabkan oleh virus, bakteri, tumor, dan bisa saja disebabkan oleh disfungsi organ reproduksi karena adanya zat-zat kimia. Apa Itu Penyakit Reproduksi? Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, yang tidak hanya semata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsinya. Secara umum, penyakit reproduksi adalah suatu penyakit yang memiliki berbagai jenis yang terjadi pada organ-organ reproduksi. Adapun organ-organ pada manusia, yaitu wanita meliputi sel telur, ovarium, tuba fallopi, uterus, dan vagina. Pada pria, organ reproduksi meliputi sperma, testis, epididimis, vas deferens, uretra, dan penis. Tahukah kamu, wanita dan laki-laki memiliki jenis penyakit reproduksi yang berbeda-beda. Jika belum tahu, mari simak ulasan di bawah ini! Penyakit Reproduksi pada Pria 1. Prostatitis Prostatitis adalah jenis penyakit reproduksi yang terjadi pada pria. Hal tersebut dikarenakan pada sistem reproduksi pria di mana kelenjar prostat mengalami infeksi. Penyebabnya yaitu bakteri (E. Coli, Klebsiella, dan Proteus). Ketika pria terinfeksi prostatitis, akan mengeluarkan gejala, seperti sulit ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam. 2. Epididimitis Epididimitis adalah peradangan pada saluran skrotum yang menempel pada testis. Penyakit reproduksi ini dapat mengakibatkan buah zakar membengkak dan terasa nyeri. Saluran tersebut memiliki  peran yang penting yaitu menyimpan sperma, hal tersebutlah yang dapat membuat saluran tersebut terasa nyeri. Gejala yang dikeluarkan ketika pria terinfeksi epididimitis adalah air mandi yang mengandung darah, nyeri saat buang air kecil dan ejakulasi, dan gangguan pada kesuburan. 3. Hipogonadisme Hipogonadisme adalah suatu kondisi di mana testis pria tidak dapat memproduksi hormon testosteron.  Testosteron berfungsi untuk  mempengaruhi libido, pembentukkan massa otot, dan ketegangan tingkat energi. 4. Orchitis Orchitis terjadi karena adanya infeksi atau virus, penyakit reproduksi jenis ini akan menyerang salah satu testis atau keduanya. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan epididimitis, yaitu bengkaknya buah zakar sampai menimbulkan rasa nyeri. Ketika seorang pria yang mengidap penyakit ini namun tidak ditangani segera akan berdampak pada penurunan produksi hormon testosteron dan kemandulan. 5. Gangguan pada Penis Masalah pada penis adalah salah satu penyakit pada reproduksi pria, yang meliputi disfungsi ereksi, kelainan bentuk penis, dan kanker pada penis. Kondisi tersebut terjadi karena adanya penyakit menular seksual seperti herpes genita, HIV/AIDS, sifilis, dan gonore. Penyakit Reproduksi pada Wanita 1. Vaginitis Vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada area vagina yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan parasit. Vaginitis terjadi akibat kurangnya kebersihan pada area vagina, ada perubahan pada komposisi flora (komunitas bakteri) yang terjadi pada vaina, dan hubungan seksual. Gejala yang ditimbulkan pada wanita yang terinfeksi yaitu keputihan yang disertai rasa gatal dan bau, dan berwarna kekuningan atau kehijauan. 2. Kanker Ovarium Kanker ovarium biasanya terjadi berawal dari kista ovarium yang merupakan tumor jinak dan kecil yang terjadi di dalam rahim. Kista ovarium yang sering terjadi adalah kista dermoid, kista lutein, dan kista coklat. Tumor tersebut perlahan akan berkembang menjadi besar dan ganas dan menjadi kanker. Penyebabnya, gaya hidup yang keliru, nutrisi, dan kurangnya olahraga. 2. Condiloma Accuminata Condiloma Accuminata adalah penyakit reproduksi yang disebabkan oleh adanya virus human papiloma. Virus tersebut jika tidak diobati segera akan berkembang menjadi kanker pada organ lainnya seperti rahim. 3. Kanker Serviks Kanker serviks disebabkan karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada lapisan epitel serviks. Kondisi tersebut yang membuat jaringan yang berada di sekitar leher rahim jadi kurang berfungsi. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan mengangkat rahim, oviduk, ovarium, sepertiga dari vagina (vagina bagian atas). 4. Radang Panggul Radang panggul dapat disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada saluran telur dan indung telur yang terletak di rongga panggul. Infeksi tersebut terjadi akibat adanya bakteri yang berkembang melalui vagina, contohnya chlamydia dan gonorrhea. Bakteri tersebut dapat menular melalui hubungan seksual, apalagi jika tidak menggunakan kondom/alat kontrasepsi. Gejala yang muncul yaitu keputihan yang berbau, berulang, disertai dengan demam, dan nyeri di area panggul. Pencegahan Agar Tidak Terkena Penyakit Reproduksi Gimana? Sudah tahu kan bahwa penyakit reproduksi memiliki banyak sekali jenis dan dapat berakibat fatal sekali bagi kesehatan. Maka dari itu, perlu kamu ketahui cara mencegah penyakit reproduksi dengan cara-cara di bawah ini! 1. Menjaga Kebersihan Pastinya, menjaga kebersihan tak hanya penting pada bagian reproduksi saja, namun dapat kamu aplikasikan ke seluruh bagian tubuh. Salah satu cara yang dapat kalian lakukan pada membersihkan area genetal yaitu dengan membasuh dengan air pada alat reproduksi setelah buang air. Lalu, keringkan dengan tisu, dan gantilah pakaian dalam. 2. Konsumsi Makanan Sehat Konsumsilah makanan yang kaya akan protein, lemak sehat, antioksidan, serat, vitamin, dan mineral. Contoh makanan yang kaya akan protein yaitu tuna, tomat, dan makarel. Ayo, konsumsi makanan-makanan yang sehat, ya. 3. Hindarkan Seks yang Berisiko Tadi kita bahas bahwa penyakit reproduksi terjadi karena menularnya bakteri akibat hubungan seksual, kan? Nah, memang berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan akan memiliki risiko paparan yang tinggi. Perlu hindarkan melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan alat kontrasepsi atau kondom. Nah, gimana? sudah lebih paham, kan. Mari mulai dari sekarang jaga kesehatan reproduksi kamu dengan cara-cara di atas. Baca artikel lainnya di bangmizan

10 Penyakit Reproduksi pada Pria dan Wanita Read More »

Badan Pegal dan Lemas

10 Penyebab Badan Pegal dan Lemas

Badan pegal dan lemas memang dapat menghambat aktivitas kita sehari-hari, karena rasanya sangat tidak nyaman. Penyebab badan pegal dan lemas adalah kelelahan. Tetapi, banyak penyebab yang dapat membuat badan kamu terasa pegal dan lemas, misalnya kelainan saraf. Sebutan untuk kondisi tubuh ketika merasakan lemas yaitu asthenia yang berarti kondisi tubuh tak ada tenaga yang sulit digerakan, baik di sebagian tubuh maupun di seluruh bagian. Kamu perlu mengetahui gejala, penyebab, dan cara mengatasinya loh. Yuk, simak ulasan berikut! Kenapa Badan Terasa Lemas dan Pegal Pegal?  Pastinya kalau badan pegal dan lemas, kita jadi malas untuk melakukan kegiatan, kan? Yang kita mau ialah hanya bermalas-malasan di atas tempat tidur atau tidak melakukan aktivitas apapun.  Tetapi, hal tersebut tidak baik untuk dilakukan, jika kamu merasakan badan pegal dan lemas, sebaiknya ketahui penyebab dan cara mengatasinya. Ada dua faktor yang dapat menyebabkan badan terasa pegal dan lemas, yaitu faktor psikis dan faktor fisik. Kenapa seseorang bisa mengalami faktor psikis adalah karena gangguan psikologis pada orang tersebut, misalnya galau dan akan menyebabkan stress. Faktor fisik yaitu karena adanya gangguan kesehatan pada seseorang secara fisik, misalnya flu dan anemia.  Ada beberapa penyebab lain yang dapat menjadi penyebab badan terasa lemas dan pegal-pegal, mari simak ulasan berikut. 1. Posisi Tidur Posisi tidur yang salah menyebabkan kenapa badan kamu terasa pegal dan lemas loh! Nah, maka dari itu, kamu perlu perhatikan posisi tidurmu itu ya. Posisi tidur yang salah dapat menyebabkan ketegangan kestra yang terjadi pada beberapa bagian bawah tubuh, leher, dan pinggang. 2. Stres Di atas kita membahas tentang faktor psikis, kan? Nah, contohnya stres. Sistem imun tak mampu memberikan respon yang tepat dalam menghadapi inflamasi.  Oleh karena itu, tubuh gagal menangkis infeksi atau penyakit, hal itulah yang menjadikan badan terasa pegal sebab kondisinya yang rawan terkena radang dan infeksi. 3. Istirahat/Tidur yang Kurang Ketika seseorang kurang dalam beristirahat akan berdampak pada kesehatan tubuh juga loh, salah satunya badan pegal dan lemas ini. Seseorang setidaknya membutuhkan waktu tidur 6 hingga 9 jam setiap hari. 4. Anemia Anemia dapat menyebabkan badan pegal dan lemas juga karena kurangnya darah yang dapat membuat tubuh terasa lemas karena minimnya oksigen. 5. Dehidrasi Kurangnya cairan dalam tubuh akan menyebabkan turunnya stamina dan tenaga pada tubuh.  Ada beberapa penyebab yang dapat menyebabkan seseorang dapat dehidrasi, yaitu diare, demam, rasa nyeri mulut/tenggorokan, dan ketoasidosis diabetes. 6. Kurangnya Olahraga Pasti kamu pernah merasakan gak ngapa-ngapain tapi badan terasa pegal dan lemas. Nah, kondisi tersebut adalah salah satu penyebab badan terasa lemas dan pegal. Karena, olahraga dapat membuat sistem kerja otot dan tulang menjadi semakin kuat tak mudah lemas atau tegang. Olahraga juga dapat membuat peredaran darah semakin lancar. 7. Olahraga yang Berlebihan Kalau tadi kurangnya olahraga, yang satu ini olahraga yang berlebihan. Penyebab olahraga yang berlebihan dapat menyebabkan badan terasa pegal dan lemas adalah energi dan tenaga yang dikeluarkan oleh tubuh lebih besar dari semestinya 8. Kekurangan Vitamin D Kurangnya vitamin D dapat menyebabkan badan terasa lemas dan pegal. Kalsium tidak hanya penting untuk tulang dan gigi saja, tetapi otot maupun ginjal juga perlu konsumsi vitamin D ini juga bisa menjadi vitamin untuk kaki lemas dan bisa berfungsi maksimal. 9. Fibromyalgia Fibromyalgia adalah suatu kondisi di mana seluruh tubuh merasa sangat lelah, sakit, dan sensitif. Penyebabnya masih belum diketahui, tetapi ada beberapa kondisi yang dianggap menjadi pemicu, seperti trauma fisik, operasi, dan infeksi. 10. Sindrom Kelelahan Kronis Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) adalah suatu kondisi di mana tubuh menjadi lemas, walaupun sudah istirahat yang cukup Cara Mengatasi Badan Pegal dan Lemas Berikut beberapa cara untuk mengatasi badan pegal dan lemas. 1. Konsumsi Obat-Obatan dan Vitamin Ada beberapa obat-obatan dan vitamin yang dapat kamu konsumsi untuk mengatasi badan pegal dan lemas bahkan badan sakit semua: Paracetamol Ibuprofen Enervon-C Multivitamin Sangobion Vitamin C lpi Stimuno Forte Nature’s Plus B Complex  2. Istirahat yang Cukup Penyebab terjadinya badan pegal dan lemas adalah kurangnya istirahat. Nah, kamu perlu beristirahat yang cukup setiap harinya nih. 3. Kompres Bagian Tubuh yang Pegal Rupanya, kompres bagian tubuh yang pegal dapat mengatasi badan pegal dan lemas, kamu cukup sediakan kompresan dengan air dingin saja. 4. Konsultasikan ke Dokter Jika rasa pegal dan lemas tak kunjung hilang, segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. 5. Mengonsumsi Makanan Sehat Konsumsilah makanan sehat dengan gizi dan nutrisi yang cukup. seperti protein, lemak, dan karbohidrat Makanan yang dapat membantu mengatasi badan pegal dan lemas Berikut beberapa makanan yang dapat kamu konsumsi untuk mengatasi badan pegal dan lemas: Buah-Buahan yang kaya akan vitamin C, seperti lemon dan jeruk Sayur-sayuran Daging berprotein tinggi Telur dan susu Kacang-kacangan dan biji-bijian Olahraga yang dapat membantu mengatasi badan pegal dan lemas 1. Aerobotik/Kardio Olahraga satu ini merupakan bentuk olahraga yang sangat mudah dilakukan, diantaranya seperti berenang, jogging/lari pagi, dan bersepeda. 2. Yoga Yoga salah satu bentuk olahraga yang untuk meningkatkan relaksasi, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh sehingga melancarkan metabolisme tubuh. 3. Angkat beban Olahraga beban seperti di gym dapat meningkatkan kekuatan otot serta meningkatkan metabolisme tubuh. Kepala pusing badan lemas dan pegal gejala penyakit apa? Jika kamu merasa badan lemas dan pegal dalam waktu berkepanjangan perlu diperhatikan lebih lanjut, karena bisa saja kamu mengalami chronic fatigue syndrome (CFS). CFS atau sindrom kelelahan kronis dapat menimbulkan gejala-gejala yang tak hanya pegal dan lemas saja, namun gejala lain yang muncul seperti sakit kepala, masalah tidur, kesulitan dalam berpikir dan konsentrasi, dan detak jantung yang tidak teratur. Sayangnya, orang yang mengidap CFS tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Biasanya dokter hanya akan memberikan resep obat dan terapi medis. Ubah pola gaya hidup sehat, seperti olahraga yang ringan dan konsumsi makanan untuk mengatasi kelelahan kronis yang sudah dianjurkan dokter bisa membantu mengelola gejala yang kamu alami. Untuk artikel lainnya kunjungi mizanadlani!

10 Penyebab Badan Pegal dan Lemas Read More »

Scroll to Top