10 Penyakit Reproduksi pada Pria dan Wanita

Penyakit Reproduksi

Penyakit reproduksi kerap menjadi salah satu masalah serius karena dapat mengakibatkan masalah yang sangat mengerikan bagi manusia.

Tetapi, perlu kamu ketahui bahwa penyakit reproduksi memiliki banyak jenisnya. 

Biasanya, penyakit reproduksi disebabkan oleh virus, bakteri, tumor, dan bisa saja disebabkan oleh disfungsi organ reproduksi karena adanya zat-zat kimia.

Apa Itu Penyakit Reproduksi?

Apa itu penyakit reproduksi

Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, yang tidak hanya semata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsinya.

Secara umum, penyakit reproduksi adalah suatu penyakit yang memiliki berbagai jenis yang terjadi pada organ-organ reproduksi.

Adapun organ-organ pada manusia, yaitu wanita meliputi sel telur, ovarium, tuba fallopi, uterus, dan vagina.

Pada pria, organ reproduksi meliputi sperma, testis, epididimis, vas deferens, uretra, dan penis.

Tahukah kamu, wanita dan laki-laki memiliki jenis penyakit reproduksi yang berbeda-beda. Jika belum tahu, mari simak ulasan di bawah ini!

Penyakit Reproduksi pada Pria

penyakit reproduksi pada pria

1. Prostatitis

Prostatitis adalah jenis penyakit reproduksi yang terjadi pada pria. Hal tersebut dikarenakan pada sistem reproduksi pria di mana kelenjar prostat mengalami infeksi.

Penyebabnya yaitu bakteri (E. Coli, Klebsiella, dan Proteus). Ketika pria terinfeksi prostatitis, akan mengeluarkan gejala, seperti sulit ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam.

2. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada saluran skrotum yang menempel pada testis. Penyakit reproduksi ini dapat mengakibatkan buah zakar membengkak dan terasa nyeri.

Saluran tersebut memiliki  peran yang penting yaitu menyimpan sperma, hal tersebutlah yang dapat membuat saluran tersebut terasa nyeri.

Gejala yang dikeluarkan ketika pria terinfeksi epididimitis adalah air mandi yang mengandung darah, nyeri saat buang air kecil dan ejakulasi, dan gangguan pada kesuburan.

3. Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah suatu kondisi di mana testis pria tidak dapat memproduksi hormon testosteron. 

Testosteron berfungsi untuk  mempengaruhi libido, pembentukkan massa otot, dan ketegangan tingkat energi.

4. Orchitis

Orchitis terjadi karena adanya infeksi atau virus, penyakit reproduksi jenis ini akan menyerang salah satu testis atau keduanya.

Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan epididimitis, yaitu bengkaknya buah zakar sampai menimbulkan rasa nyeri.

Ketika seorang pria yang mengidap penyakit ini namun tidak ditangani segera akan berdampak pada penurunan produksi hormon testosteron dan kemandulan.

5. Gangguan pada Penis

Masalah pada penis adalah salah satu penyakit pada reproduksi pria, yang meliputi disfungsi ereksi, kelainan bentuk penis, dan kanker pada penis.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya penyakit menular seksual seperti herpes genita, HIV/AIDS, sifilis, dan gonore.

Penyakit Reproduksi pada Wanita

penyakit reproduksi pada wanita

1. Vaginitis

Vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada area vagina yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan parasit.

Vaginitis terjadi akibat kurangnya kebersihan pada area vagina, ada perubahan pada komposisi flora (komunitas bakteri) yang terjadi pada vaina, dan hubungan seksual.

Gejala yang ditimbulkan pada wanita yang terinfeksi yaitu keputihan yang disertai rasa gatal dan bau, dan berwarna kekuningan atau kehijauan.

2. Kanker Ovarium

Kanker ovarium biasanya terjadi berawal dari kista ovarium yang merupakan tumor jinak dan kecil yang terjadi di dalam rahim.

Kista ovarium yang sering terjadi adalah kista dermoid, kista lutein, dan kista coklat.

Tumor tersebut perlahan akan berkembang menjadi besar dan ganas dan menjadi kanker. Penyebabnya, gaya hidup yang keliru, nutrisi, dan kurangnya olahraga.

2. Condiloma Accuminata

Condiloma Accuminata adalah penyakit reproduksi yang disebabkan oleh adanya virus human papiloma.

Virus tersebut jika tidak diobati segera akan berkembang menjadi kanker pada organ lainnya seperti rahim.

3. Kanker Serviks

Kanker serviks disebabkan karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada lapisan epitel serviks.

Kondisi tersebut yang membuat jaringan yang berada di sekitar leher rahim jadi kurang berfungsi. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan mengangkat rahim, oviduk, ovarium, sepertiga dari vagina (vagina bagian atas).

4. Radang Panggul

Radang panggul dapat disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada saluran telur dan indung telur yang terletak di rongga panggul.

Infeksi tersebut terjadi akibat adanya bakteri yang berkembang melalui vagina, contohnya chlamydia dan gonorrhea.

Bakteri tersebut dapat menular melalui hubungan seksual, apalagi jika tidak menggunakan kondom/alat kontrasepsi.

Gejala yang muncul yaitu keputihan yang berbau, berulang, disertai dengan demam, dan nyeri di area panggul.

Pencegahan Agar Tidak Terkena Penyakit Reproduksi

Pencegahan penyakit reproduksi

Gimana? Sudah tahu kan bahwa penyakit reproduksi memiliki banyak sekali jenis dan dapat berakibat fatal sekali bagi kesehatan.

Maka dari itu, perlu kamu ketahui cara mencegah penyakit reproduksi dengan cara-cara di bawah ini!

1. Menjaga Kebersihan

Pastinya, menjaga kebersihan tak hanya penting pada bagian reproduksi saja, namun dapat kamu aplikasikan ke seluruh bagian tubuh.

Salah satu cara yang dapat kalian lakukan pada membersihkan area genetal yaitu dengan membasuh dengan air pada alat reproduksi setelah buang air.

Lalu, keringkan dengan tisu, dan gantilah pakaian dalam.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Konsumsilah makanan yang kaya akan protein, lemak sehat, antioksidan, serat, vitamin, dan mineral.

Contoh makanan yang kaya akan protein yaitu tuna, tomat, dan makarel. Ayo, konsumsi makanan-makanan yang sehat, ya.

3. Hindarkan Seks yang Berisiko

Tadi kita bahas bahwa penyakit reproduksi terjadi karena menularnya bakteri akibat hubungan seksual, kan?

Nah, memang berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan akan memiliki risiko paparan yang tinggi.

Perlu hindarkan melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan alat kontrasepsi atau kondom.

Nah, gimana? sudah lebih paham, kan. Mari mulai dari sekarang jaga kesehatan reproduksi kamu dengan cara-cara di atas.

Baca artikel lainnya di bangmizan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top