Gangguan mental adalah penyakit gangguan kejiwaan yang dapat mempengaruhi emosi, perilaku penderita, serta pola pikirnya.
Gangguan mental juga tak kalah mengerikan dengan penyakit fisik, lho. Kedua penyakit tersebut samma-sama dapat diobati juga.
Banyak orang di Indonesia menyebut orang yang mengidap gangguan mental dengan sebutan ‘orang gila’, karena pendertia sering kali melakukan perlakuan yang tidak senonoh seperti orang pada umumnya.
Bahkan ada sebagian orang ketika ada kerabatnya mengalami gangguan jiwa, tak segan untuk langsung dipasung.
Faktanya, orang yang mengalami gangguan mental dapat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.
Terdapat banyak faktor yang dapat memicu timbulnya gangguan mental, seperti menderita penyakit sehingga mengalami stres akibat terjadinya peristiwa yang membuatnya traumatis.
Beberapa waktu lalu, dunia digemparkan dengan isolasi sosial karena adanya Covid-19, hal tersebut juga bisa menjadi salah satu penyebab mengapa orang mengalami gangguan mental.
Sebagian orang kehilangan pekerjaan, terisolasi, dan kurangnya interaksi dengan orang di sekitarnya.
Biasanya, bagi beberapa orang dengan gangguan mental akan menimbulkan gejala. Oleh karena itu, kamu perlu ketahui gejala gangguan mental, mari simak penjelasan di bawah ini.
Gejala Gangguan Mental

Gejala gangguan mental bervariasi, tergantung dengan jenis gangguan mental yang dialami pada seseorang. Bisa saja penderita mengalami gangguan pada emosinya, pola pikir, dan perilakunya.
Secara umum, berikut beberapa gejala gangguan mental yang timbul pada penderita, yaitu:
1. Waham
Waham adalah suatu suatu gangguan pikiran yang berupa keyakinan yang salah, tidak realistis, tidak sesuai aturan, dan sangat diyakini oleh seseorang yang faktanya tidak sesuai.
2. Halusinasi
Halusinasi akan timbul pada seseorang dengan gangguan mental. Halusinasi adalah gangguan persepsi yang membuat penderita mendengar, melihat, meraba, mencium, yang tidak ada atau tidak sesuai dengan kenyataan.
3. Perasaan yang Sedih
Seseorang yang mengalami gangguan mental akan merasa sedih terus menerus. Perasaan sedih yang dialami oleh orang dengan gangguan mental berangsur lama mulai dari berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
4. Perasaan Hati yang Berubah-Ubah
Dalam beberapa waktu, penderita akan cepat sekali berubah perasaan hatinya atau biasa disebut dengan mood swing
5. Perasaan Cemas
Penderita gangguan mental biasanya akan merasa selalu cemas tanpa adanya alasan yang jelas, perasaan cemas tersebut dapat mengganggu aktivitas harian pengidap
6. Gangguan Makan
Gangguan makan bisa saja salah satu gejala dari gangguan mental, contohnya takut bertambahnya berat badan yang berlebihan, akan memuntahkan makanan, atau bisa saja ia akan makan yang berlebihan dengan porsi yang banyak
7. Perubahan Pola Tidur
Biasanya, mereka akan kesulitan untuk tertidur, atau sebaliknya yaitu mudah mengantuk dan tertidur. Penyebab mereka kesulitan tertidur yaitu karena perasaan gelisah tanpa adanya sebab.
8. Marah
Pengidap biasanya akan marah, mereka akan melakukan tindakan kekerasan secara fisik, hingga mengamuk-ngamuk.
9. Kecanduan Nikotin
Karena merasa stres, biasanya mereka akan mengonsumsi nikotin dengan porsi yang berlebihan, seperti alkohol, penggunaan NAPZA.
10. Mengeluarkan Perilaku yang Tidak Wajar
Gejala yang dikeluarkan biasanya tertawa sendiri, berbicara sendiri, keluar rumah dengan keadaan telanjang, dan teriak-teriak tak jelas.
Penyebab Gangguan Mental

Sayangnya, penyebab gangguan mental belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dicurigai menjadi faktor penyebabnya.
1. Faktor Biologis
Faktor biologis merupakan faktor yang hadir ketika anak dilahirkan atau setelahnya, berikut merupakan beberapa faktor biologis:
- Terdapat gangguan pada fungsi sel saraf di otak
- Adanya infeksi, seperti infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus
- Cedera di otak
- Kekurangan oksigen di otak pada saat bayi atau proses persalinan
- Rusaknya otak karena terbentur atau kecelakaan
- Terdapat riwayat gangguan mental pada orang tua atau keluarga
- Penggunaan NAPZA
2. Faktor Psikologis
Faktor psikologis adalah faktor yang digunakan untuk mengenali perasaan yang ia rasakan, mengumpulkan, dan menganalisis informasi serta merumuskan pikiran dan pendapat dalam mengambil keputusan.
Faktor psikologis yang biasanya muncul pada pasien dengan gangguan mental yaitu:
- Peristiwa yang membuat ia trauma
- Kehilangan akan orang yang ia sayangi di masa kecil
- Kurang mampu dalam bergaul dengan orang di sekitarnya
- Perceraian atau ditinggal oleh pasangan
- Mempunyai perasaan yang rendah diri
Jenis-Jenis Gangguan Mental

Berikut adalah jenis jenis gangguan mental yang mungkin sering kamu jumpai sehari-hari:
- Gangguan Afektif (depresi mayor dan depresi), ditandai dengan dengan perasaan sedih berlarut, kehilangan semangat, kesulitan menyelesaikan pekerjaan sehari-hari, dan ditandai dengan periode-periode mania.
- Gangguan Angst, untuk tanda-tandanya mirip dengan depresi mayor
- Gangguan Psikotik (Skizofrenia dan Gangguan Delusi), Ditandai dengan pikiran yang diluar nalar, perilaku aneh, sulit berinteraksi, dan keyakinan yang tak berarah.
- Gangguan Siklus Tidur (Insomnia, Hipersomnia, dan Gangguan ritme), ditandai dengan sulit tidur, tidur berlebihan, dan sulit bangun tepat waktu.
- Gangguan Makan (Anorexia Nervosa dan Bulimia Nervosa), ditandai dengan badan yang kurus, dan pola makan tak teratur.
Pengobatan Gangguan Mental

Pengobatan gangguan mental tergantung dengan jenis gangguan yang dialami oleh penderita serta tingkat keparahannya.
Terapi yang bisa dilakukan yaitu terapi kognitif dan pemberian obat, biasanya dokter akan menyarankan pasien dengan menjalani gaya hidup yang sehat.
1. Terapi Kognitif
Terapi kognitif merupakan jenis terapi psikoterapi yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah pada berbagai masalah kejiwaan, termasuk stres, depresi, dan gangguan kecemasan.
2. Obat-Obatan
Untuk mengatasi gejala yang dialami pasien, dokter biasanya akan meresepkan obat-obat di bawah ini.
Namun, perlu kalian ketahui terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi obat-obatan di bawah ini, perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
- Antidepresan (fluoxetine)
- Antipsikotik (aripiprazole)
- Pereda cemas (alprazolam)
- Mood stabilizer (lithium)
3. Ubah Pola Gaya Hidup
Pasien dengan gangguan mental sangat disarankan untuk mengubah gaya hidupnya menjadi sehat, seperti menjaga pola tidur yang baik (6-8 jam perhari).
Cara yang dapat dilakukan untuk mengubah pola gaya hidup ialah:
- Kurangi asupan gula
- Konsumsi banyak makanan buah dan sayur
- Batasi makanan yang mengandung banyak kafein
- Hentikan rokok dan minuman beralkohol
- Kelola stres dengan baik
- Lakukan olahraga secara rutin
- Tidur yang cukup di jam yang sama setiap harinya
Cara Mengatasi Gangguan Mental

1. Pergi ke Psikiater
Pergi ke psikiater merupakan salah satu cara untuk mengatasi gangguan mental. Psikiater akan membantu pengidap yang sesuai dan tepat untuk menolong seseorang dengan gangguan mental dalam bentuk nasihat, saran, dan mungkin obat.
2. Obat-Obatan
Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa salah satu pengobatan untuk pasien dengan gangguan jiwa adalah konsumsi beberapa jenis obat-obatan.
Konsumsi obat-obatan yang dibarengi dengan psikiater dan dokter akan jauh lebih baik untuk mengatasi pasien dengan gangguan mental
3. Hipnoterapi
Cara ini dapat dilakukan dengan cara pemberian sugesti dan mempengaruhi alam bawah sadar.
Cara ini dilakukan hanya boleh dengan orang yang profesional di bidangnya. Jadi, pastikan untuk mendatangi orang yang tepat, ya.
Baca artikel kesehatan lainnya di bangmizan


